banner 728x250

Poskestren Pertama di Lampung Timur Resmi Diluncurkan, Bupati Ela: Ikhtiar untuk Santri Sehat dan Pesantren Kuat

  • Share
banner 468x60

Nahkodanews.com | Lampung Timur – Sebuah terobosan baru dalam pelayanan kesehatan santri resmi diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Melalui Dinas Kesehatan, program Poskestren atau Pos Kesehatan Pondok Pesantren untuk pertama kalinya dicanangkan di wilayah ini, tepatnya di Pondok Pesantren Riyadhotul Ulum, Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari, Jumat (23/5).

Peresmian ini menjadi momen bersejarah bagi dunia pesantren di Lampung Timur, yang dikenal sebagai kabupaten dengan jumlah pondok pesantren terbanyak kedua setelah Lampung Tengah.

Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah, hadir langsung dalam peluncuran program tersebut, didampingi Plt Kadis Kesehatan Suparjo, S.Km, Kepala Kemenag Lamtim H. Indrajaya, Ketua PC GP Ansor H. M. Muslih, serta jajaran camat dan forkopimcam Batanghari. Turut hadir pula para pengasuh pondok pesantren yang menjadi penerima program pada tahap awal ini.

Dalam sambutannya, Bupati Ela menegaskan bahwa Poskestren merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi para santri dan warga pesantren.

“Kita mulai dari Batanghari, dan selanjutnya akan menyasar ponpes-ponpes lainnya di Lampung Timur. Melalui Poskestren, pondok akan dibina untuk memiliki kader-kader kesehatan yang akan didampingi oleh dinas kesehatan dan puskesmas setempat. Nakes juga akan rutin sambang untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal,” ungkap Bupati.

Ia juga menyadari bahwa program ini masih dalam tahap awal dan tentu belum sempurna, namun diyakini akan menjadi langkah awal yang penting dalam menyatukan dunia pendidikan dan kesehatan di lingkungan pesantren.

Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan Suparjo menambahkan bahwa dukungan nyata juga diberikan dalam bentuk fasilitas dasar kesehatan.

“Untuk tahap awal, kami bantu kebutuhan dasar seperti tempat tidur pasien, kotak P3K, obat-obatan, alat ukur suhu, timbangan, alat suntik, dan perlengkapan kesehatan lainnya. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menjalankan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati di masa 100 hari kerja,” jelas Suparjo.

Program Poskestren ini diharapkan mampu menjadi model pelayanan kesehatan berbasis komunitas pesantren yang berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan kesehatan di lingkungan pendidikan agama.

(Edo)

banner 325x300
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *